SURAT
TERAKHIR SAHABAT PENAKU
Saat
sang surya sudah lelah, siang pun berganti
Pancaran
sinar rembulan dan bintang yang menemaniku
Aku
masih terjaga dari panggilan dunia fantasiku
Kutarik
secarik kertas dan kumulai menggoreskan pena
Kucurahkan
apa yang menjadi belenggu hati
Tak
sadar setetes air jatuh membasahi tulisanku
Kian
lama tetesan tersebut terus menetes
Hingga
membasahi seluruh goresan penaku
Pilu
yang kurasa, menyadari kenyataan pahit
Ditinggal
olehmu sahabatku
Belum
sempat kubalas ternyata menjadi surat terakhir darimu
Masih
banyak kisah yang belum kubagi padamu
Mengingat
singkatnya waktu yang kita lewati
Mengingat
suka duka kita bersama
Beribu
kata tak dapat kuucapkan untuk mewakili kerinduanku padamu
Hanya
kumpulan surat dan nasihat darimu yang selalu kuingat
Terima
kasih sahabatku, semoga kau tenang di alam sana
Dumay, 2018
Kuka Jili
No comments:
Post a Comment